Categories: Humaniora

Warga Kupang Diminta Waspadai Penyakit di Musim Hujan

Kupang–Dinas Sosial Kota Kupang menggelar rapat koordinasi (Rakor) mengantisipasi penyakit menular yang biasa muncul bersamaan pergantian musim.

Seperti infeksi saluran pernapasan atas (ISPA), diare, demam berdarah dengue (DBD), dan malaria.

Peserta rakor yang terdiri dari Direktur Rumah Sakit SK Lerik, camat, lurah, dan kepala puskesmas juga membahas bahaya banjir dan puting beliung. Rakor sudah berlangsung sejak 14 November.

Sesuai ramalan Stasiun Klimatologi Lasiana, awal musim hujan di Nusa Tenggara Timur mulai Oktober 2016.

Asisten I Setda Kota Kupang Yos Rera Beca yang membacakan sambutan Plt Wali Kota Kupang Johanna Lisapaly menyebutkan penyakit menular yang muncul pada pergantian musim kemarau ke musim hujan mendapat perhatian serius pemerintah.

Fenomena ini merupakan persoalan serius yang terus menerus menjadi pergumulan pemerintah dan masyarakat di daerah ini dari waktu ke waktu sehingga harus diwaspadai. Pasalnya wabah muncul tanpa diprediksi sebelumnya.

“Saya minta kepala dinas kesehatan Kota kupang tanggap terhadap situasi ini dengan menggunakan istrumen yang ada dan menggalang kerjasama dengan stakeholder kesehatan dan pers untuk mensosialisaikan kepada seluruh lapisan masyarakat terkait pencegahan terhadap jenis-jenis penyakit yang berpotensi menjadi wabah,” ujarnya.

Menurutnya masyarakat perlu dibekali dengan informasi yang akurat mengenai pola hidup sehat yakni makan makanan bergizi, tempat tinggal bersih dan higienes, dan memeriksa kesehatan secara berkala di puskesmas.

“Kita bersyukur selama beberapa tahun ini Kota Kupang tidak mengalami KLB, namum harus tetap waspada dengan melakukan berbagai upaya-upaya pencegahan dari pihak pemerintah maupun organisasi kemasyarakatan dan LSM” ujarnya.

Ia mengatakan problematika kesehatan di Kota Kupang dapat diatasi dengan kesungguhan dan keterpaduan seluruh pihak. “Saya ingatkan agar kita meningkatkan kewaspadaan terhadap gejala-gejala penyakit sehingga tidak menimbulkan keresahan dalam masyarakat,” ujarnya.

Ketua Panitia Rakor, Rita Lay mengatakan rakor merupakan program pemberdayaan kelembagaan kesejahteraan sosial kegiatan evaluasi masalah-masalah sosial dibagian sosial setda kota Kupang yang bertujuan untuk mengevaluasi berbagai program pemerintah terhadap masalah-masalah sosial yang terjadi di masyarakat sepreti masalah kesehatan. (rr)

Komentar ANDA?

Canra Liza

Recent Posts

PLN Dukung Destinasi Pariwisata Super Prioritas Labuan Bajo dan Energi Baru Terbarukan

Labuan Bajo - Di tengah pesatnya perkembangan pariwisata dan permintaan energi listrik yang terus meningkat…

5 hours ago

Melki Laka Lena dan Menkomdigi Komit Buka Isolasi Digital di Wilayah Terpencil NTT Termasuk TTS

Jakarta - Gubernur NTT Terpilih, Melki Laka Lena, terus membangun sinergi untuk membangun NTT. Yang…

5 hours ago

PLN UIP Nusra Salurkan Bantuan untuk Kelompok Tani dan Pembangunan Gereja di Lembata

Lembata - PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) menyalurkan bantuan program…

9 hours ago

Jurnalis Kompas.com Raih Juara Anugerah Jurnalistik Pertamina 2024

Denpasar -  Jurnalis Kompas.com wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), Sigiranus Marutho Bere, meraih juara satu…

13 hours ago

Hattrick! Dirut PLN Darmawan Prasodjo Kembali Dinobatkan Jadi CEO Of The Year 2024

Jakarta - Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo kembali dinobatkan sebagai CEO of The…

1 day ago

Inovasi Desa Kuimasi – Fatuleu, Embung Beragam Manfaat

Kupang - Kuimasi merupakan salah satu dari 9 desa di Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang, Nusa…

1 day ago