Categories: Daerah

New Normal Perdana Diberlakukan di Sumba Barat

 

Kupang – Sumba Barat menjadi kabupaten pertama di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang telah menerapkan kehidupan normal yang baru (new normal) dalam menghadapi pandemi covid-19.

Bupati Sumba Barat, Agustinus Dapawole mengatakan saat ini aktivitas masyarakat sudah berjalan seperti biasa, namun ditambah dengan protokol kesehatan yaitu menjaga jarak aman, mengenakan masker, mencuci tangan dengan sabun dan dilarang berkerumun.

Begitu juga aktivitas di perkantoran juga berjalan seperti biasa. Bahkan saat daerah lain meliburkan aparatur sipil negara (ASN) karena pandemi korona, pegawai di daerah itu tetap bekerja seperti biasa.

“Kita tidak libur, tetap masuk kantor terutama pimpinan organisasi perangkat daerah, sekretaris dan kepala bidang,” kata Bupati Agustinus Dapawole, Sabtu (30/5).

Sebelumnya, Gubernur NTT Viktor Laiskodat mengeluarkan himbauan kepada kabupaten yang nihil kasus covid-19, boleh terlebih dahulu menerapkan new normal, tidak harus menunggu penerapan new normal yang dijadwalkan pada 15 Juni 2020. “Kami mengikuti arahan dari gugus tugas covid-19 nasional dan gubernur NTT,” ujarnya.

Selain tidak ada pasien positif korona di Sumba Barat, daerah itu juga tidak ada pasien dalam pengawasan (PDP) terkait covid-19, kecuali tercatat tujuh orang tanpa gejala (OTG) dan tiga orang dalam pengawasan (ODP).

Menurutnya, Sumba Barat aman dari kasus positif covid-19 dan PDP juga berkat pengetatan pengawasan di dua kabupaten perbatasan yang juga nihil kasus covid-19 yakn Sumba Tengah dan Sumba Barat Daya.

Gugus Tugas Covid-19 dua kabupaten itu melakukan rapid test terhadap warga yang akan melintas untuk memastikan mereka benar-benar tidak terjangkit virus korona.

Selain itu, masih ada sejumlah kabupaten di NTT yang dilaporkan tidak ada kasus positif korona yakni Alor, Belu, Kupang, Lembata, Malaka, Manggarai Timur, Ngada, Sabu Raijua, dan Timor Tengah Utara.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 NTT Marius Jelamu mengingatkan masyarakat menaati protokol kesehatan saat pemberlakuan new normal di seluruh kabupaten dan kota dua pekan lagi.
“Kuncinya ada pada masyarakat. Kalau masyarakat patuh, penyebaran virus korona bisa diputus,” katanya. (sumber: mi)

Komentar ANDA?

Canra Liza

Recent Posts

Berkunjung ke KSP Kopdit Swasti Sari, Wagub Johni Asadoma Ajak Masyarakat Masuk Koperasi

Kupang - Wakil Gubernur (Wagub) NTT Johni Asadoma berkunjung ke Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Kopdt…

1 hour ago

PLN Siapkan Pengamanan Pasokan Listrik Jelang Paskah dan Semana Santa di Larantuka

Kupang - Menjelang perayaan Semana Santa dan Paskah Tahun 2025 di Larantuka, Kabupaten Flores Timur,…

12 hours ago

Kunker di Baumata, Budi Arie Sebut Kopdes Merah Putih Akan Terima Rp5 Miliar dan Dua Truk

Baumata - Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi meninjau Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di Desa…

1 day ago

Telkomsel Dukung Kelancaran Event Internasional Golo Mori Jazz 2025

Labuan Bajo - Telkomsel turut ambil bagian dalam mendukung kesuksesan penyelenggaraan event Internasional Golo Mori…

1 day ago

Gubernur NTT dan Bupati Sikka Gerak Cepat Tuntaskan Masalah Dokter Anestesi di Maumere, Senin Kembali Bertugas

Maumere – Gubernur NTT Melki Laka Lena danNusa Tenggara Timur Melki Laka Lena dan Bupati…

2 days ago

Jadwal dan Harga Tiket KM Dharma Rucitra 8 Kupang-Surabaya April 2025

Kupang - Kapal Motor (KM) Dharma Rucitra 8 dijadwalkan tiba di Pelabuhan Tenau Kupang pada…

2 days ago