Sport

Johni Asadoma, Sang Juara yang Mengharumkan Nama NTT di Ring Tinju Dunia

Kupang – Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dikenal mencetak atlet hebat seperti tinju, kempo, pencak silat hingga atletik.

Salah satu legenda tinju asal NTT adalah Johni Asadoma. Sebelum bergabung dengan Polri, Johni sudah punya prestasi mentereng di dunia tinju.

Banyak yang belum mengenal prestasi Johni Asadoma yang kini menjadi bakal calon gubernur NTT 2024. Putra NTT asal Kabupaten Alor ini sudah mengharumkan daerah sejak tahun 1980an, tidak hanya di tingkat nasional dan Asia Tenggara, tetapi juga di Olimpiade.

“Sebelum masuk sebagai taruna Akpol, Johanis Asadoma adalah petinju nasional Indonesia (amatir) dengan berbagai prestasi tingkat nasional dan internasional,” seperti dikutip dari Wikipedia, Selasa (29/7/2024).

Karena itu, masyarakat NTT tentu tidak asing lagi dengan sosok Johni Asadoma. Sejak muda, Johni berkarir di olahraga, khususnya tinju. Dimulai dari meraih medali emas pada Kejuaraan Tinju Kota Kupang pada 1982.

Karirnya terus melejit. Pada tahun yang sama, ia meraih medali emas Kejuraaan Tinju Piala Pandam Udayana di Mataram, Nusa Tenggara Barat. Selanjutnya, meraih Medali Perungu Kejurnas Tinju di Semarang pada tahun 1982.

Pada 1984 meraih medali emas Kejuaraan Tinju (Pra PON), di Lampung, kemudian Medali Emas Kejuaraan Internasional Piala Presiden di Jakarta pada 1984, medali emas pada Sea Games tahun 1983 di Singapura, dan mewakil Indonesia di Olimpiada Los Angeles pada tahun 1985.

Mantan Kapolda NTT ini juga menjadi Wasit Tinju Internasional AIBA dan Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Tinju Indonesia (Pertina) pada 2016-2020.

Di Indonesia tercatat hanya dua mantan atlet yang pernah menjabat ketua umum induk olahraga, yakni Johni Asadoma yang menjabat Ketua Umum Pertina, dan Ferry Sonneville, legenda Bulu Tangkis Indonesia yang menjabat Ketua Umum Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) dari 1981-1985.

Begitu juga, untuk para atlet putra asli NTT, hanya tiga atlet yang pernah berlaga di Olimpiada yakni Johni Asadoma dan Eduardus Nabunome. Eduardus berlaga di Olimpiade Musim Panas 1988 di nomor lari 5.000 meter dan 10.000 meter yang digelar di Seoul, Korea Selatan, sedangkan Johni berlaga di cabang tinju di Los Angeles, kemudian Hermensen Balo yangg tampil di Olimpiade Sydney 2000.  (*/gma)

Komentar ANDA?

Canra Liza

Recent Posts

Hoax, Warna Pertalite Mirip Es Cendol di Labuan Bajo

Labuan Bajo - Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus melalui sales area retail wilayah NTT melakukan…

12 hours ago

“Pulang Mengabdi di NTT” Pesan Uskup Emeritus Mgr Petrus Turang kepada Wagub Johni Asadoma

Kupang - Uskup Emeritus Mgr Petrus Turang, Pr, telah berpulang, namun pesannya kepada pesannya kepada…

1 day ago

Kabar Duka, Uskup Emeritus Mgr Petrus Turang, Pr Berpulang

Kupang - Uskup Emeritus Keuskupan Agung Kupang, Mgr. Petrus Turang, Pr berpulang dalam perawatan di…

2 days ago

PLN Berhasil Amankan Sistem Kelistrikan Salat Id Idul Fitri di NTT

Kupang - PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur (PLN UIW NTT) sukses menyuplai pasokan…

2 days ago

Trump Kenakan Tarif Impor 32% untuk Indonesia, Otomotif, Pakaian dan Elektronik di Ujung Tanduk

Washington - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengenakan tarif timbal balik (reriprocal tariffs) kepada Indonesia…

3 days ago

Remaja di Desa Ekateta Tewas Tenggelam di Embung Oefe’u Sedalam 5 Meter

Kupang - Seorang remaja bernama Ramon Talas, 19, tewas tenggelam saat berenang di Embung Oefe'u,…

3 days ago