Foto: lintasntt.com
Kupang – Pengusaha Muda Yusak Benu menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) Proyek Pengolahan Air Laut menjadi Air Tawar bersama Penjabat Wali Kota Kupang, George Hadjoh, Rabu (11/1/2023).
Proyek ini dijadwalkan rampung pada Oktober 2024 dengan nilai investasi sebesar Rp1 triliun. Pabrik pengolahan air laut menjadi air tawar ini mengunakan sistem SWRO (Sea Water Reverse Osmosis) dijadwalkan rampung pada Oktober 2024.
Air bersih yang dihasilkan akan disuplai ke Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Kupang. “Air bersih disuplai ke PDAM sehingga masyarakat akan mengakses air bersih selama 1×24 jam dan kami juga akan membuat air minum dalam kemasan,” ujarnya
Proyek ini juga mencakup pipanisasi sehingga suplai air ke rumah penduduk akan menjadi lancar. “Kami bekerja keras dan melihat salah satu fenomena permasalahan yang ada di Kota Kupang dari tahun ke tahun adalah air bersih,” sebut Ketua Umum HIPMI Kota Kupang tersebut.
Dia menegaskan, pembangunan fasilitas tersebut bukan wacana karena saat ini, sudah ada pekerjaan pendahuluan mulai dari penyiapan lahan, perizinan dan saat ini dilakukan penandatangan nota kesepahaman.
Penjabat Wali Kota Kupang, George Hadjo minta pembangunan pabrik air bersih ini dikerjakan sampai tuntas. Dia juga berharap dukungan dari seluruh masyarakat. “Jika program SWRO ini berjalan dengan baik, bisa diduplikasi ke kabupaten lainnya di Pulau Timor,” ujarnya. (mi)
Labuan Bajo - Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus melalui sales area retail wilayah NTT melakukan…
Kupang - Uskup Emeritus Mgr Petrus Turang, Pr, telah berpulang, namun pesannya kepada pesannya kepada…
Kupang - Uskup Emeritus Keuskupan Agung Kupang, Mgr. Petrus Turang, Pr berpulang dalam perawatan di…
Kupang - PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Timur (PLN UIW NTT) sukses menyuplai pasokan…
Washington - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengenakan tarif timbal balik (reriprocal tariffs) kepada Indonesia…
Kupang - Seorang remaja bernama Ramon Talas, 19, tewas tenggelam saat berenang di Embung Oefe'u,…