Kupang–Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Nusa Tenggara Timur (NTT) Esthon Foenay mengatakan pihaknya menghormati keputusan kadernya pindah ke partai politik lain pasca pemilihan gubernur 27 Juni 2018.
“Kita hormati dan bangga punya kader militan dan potensial ditawarkan oleh partai lain,” kata Esthon Foenay dalam jumpa pers di Kantor DPD Gerindra NTT, Sabtu (7/7) malam.
Menurut Esthon, Gerindra NTT tidak masalah kader pindah ke partai lain, asalkan membangun bangsa dan daerah serta menjaga persahabatan.
Terkait pendaftaran bakal calon anggota legislatif 2019, Gerindra memrioritaskan kader yang memenuhi kriteria yang sudah ditetapkan yakni memiliki prestasi, dedikasi, loyalitas dan tidak tercela.
Karena itu, gerindra tidak akan memroses berkas kader yang pernah terjerat kasus korupsi, narkoba, HIV dan Aids jika mendaftar sebagai bakal caleg legislatif. Hal itu dilakukan untuk menjaga kepercayaan rakyat kepada gerindra “Otoritas kita adalah kepercayaan rakyat. Kita hanya merekrut kader yang mendapat kepercayaan dari rakyat,” ujarnya.
Selain itu Gerindra NTT menargetkan meraih minimal dua kursi DPR RI pada pemilu 2019, sama banyak seperti pada pemilu lima tahun lalu. Saat ini kader gerindra yang menjadi wakil rakyat di DPRD NTT berjumlah delapan orang, dan 74 orang menjadi anggota DPRD kabupaten dan kota, termasuk sembilan wakil ketua DPRD. (gma/mi)
Kupang - Gubernur dan Wakil Gubernur NTT terpilih, Emanuel Melkiades Laka Lena dan Johni Asadoma…
Kupang - KPU NTT menggelar rapat pleno terbuka penetapan calon gubernur dan calon wakil gubernur…
Kupang - PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah (UIW) Nusa Tenggara Timur melalui Persekutuan Rohani…
Kupang - Wakil Gubernur NTT terpilih Johni Asadoma menyapa disabilitas mengunakan bahasa isyarat saat menyampaikan…
Kupang - Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) terpilih, Johni Asadoma merayakan ulang tahunnya yang…
Kupang - KPU Nusa Tenggara Timur (NTT) akan melaksanakan pleno penetapan Gubernur dan Wakil Gubernur…